Sabtu, 16 Februari 2013

Gigitan Ular


Menangani dan Mengobati Gigitan Ular


### ANGGAP SEMUA GIGITAN ULAR ITU BERBISA. 
A. GEJALA & TANDA:
KHAS PADA BEKAS GIGITAN.
(DUA LUKA TUSUK PADA JARAK TERTENTU, KADANG ADA BEKAS LUKA GIGITAN GIGI BAWAH YANG > DANGKAL).
BENGKAK & PERDARAHAN.
NYERI HEBAT LOKAL.
MUAL, MUNTAH, MENCRET, SAKIT KEPALA, PENGLIHATAN KABUR,
SUKAR BERNAFAS (depresi nafas), SAKIT DADA & PERUT, PINGSAN.
TANDA KELEMAHAN, PUSING, NADI CEPAT TIDAK TERATUR.
TANDA KERACUNAN --> BENGKAK & WARNA BEKAS GIGITAN BERUBAH.

Sekitar 50% dari gigitan ular berbisa merupakan dry bites atau gigitan kering, yaitu ular berbisa mengigit tanpa mengeluarkan bisa. Dry bites tidak menimbulkan gejala yang bersifat sistemik. 
Berdasarkan jenis bisanya, ular dapat dikategorikan menjadi 4 (empat), yaitu: 
1. Neurotoksin : jenis bisa yang menyerang saraf
2. Hemotoksin : jenis bisa yang menyerang darah
3. Kardiotoksin: jenis bisa yang menyerang jantung
4. Sitotoksin : jenis bisa yang menyerang sel

TANDA-TANDA BISA MUNCUL KEMBALI 3 HARI PASCA GIGITAN.
Derajat Keracunan Ular :
0 : Tdk tdp keracunan, nyeri lokal minimal
1 : Keracunan minimal, nyeri lokal, Gx sistemik tdk ada
2 : Keracunan sedang, Gx sistemik ada : mual, neurotik, parestesia, pembesaran KGB regional
3 : Keracunan hebat, Gx sistemik : Hipertensi, Ptechiae, ekimosis & syok
4 : Keracunan sangat berat, gagal ginjal & koma

B. TINDAKAN:
    Prinsip tindakan : Cegah penyebaran bisa, netralkan bisa/racun, atasi keluhan. 

2. CEGAH PENYEBARAN BISA;
    IKAT KUAT 2-4 INCH DIATAS GIGITAN (Lebar ikatan : ¾ - 1,5 inch)
    ANGGOTA GERAK TERGIGIT ->ISTIRAHATKAN
    DAERAH TERGIGIT -> DILETAKKAN LEBIH RENDAH DARI JANTUNG/TUBUH. 
    KOMPRES ES LOKAL.
3. RAWAT LUKA :
- HINDARI KONTAK LUKA DG YODIUM, ZAT ASAM,
- KELUARKAN RACUN SEGERA -> Incisi / Hisap / Suction Cup , aliri NaCl 0,9 % steril (JANGAN DIGOSOK) DAERAH TERGIGIT -> DILETAKKAN LEBIH RENDAH DARI TUBUH.

3. Tx : SABU 

Cara pemberian SABU menurut rekomendasi WHO (2016) ada 2 (dua) cara yaitu:
1. Injeksi “push” intravena: 
Antivenom cair diberikan dengan injeksi intravena lambat (tidak lebih dari 2 ml / menit). 
2. Infusi ntravena: 
Antivenom cair dilarutkan dalam sekitar 5 ml cairan isotonik per kg berat badan (yaitu sekitar 250 ml saline isotonic atau 5% dekstrosa dalam kasus pasien dewasa) dan diinfuskan pada tingkat konstan selama sekitar 30-60 menit.
Jangan lupa untuk selalu menyediakan adrenalin pada saat pemberian serum anti bisa ular

Drj 0 ( ada bekas gigitan tanpa gejala local dan sistemik) : tdk perlu SABU
Drj 1 (bengkak local tanpa gejala sistemik): 2 – 5 vial
Drj 2 (bengkak dg gejala sitemik ringan, perubahan laboratorium): 5 – 10 vial
Drj 3 (bengkak dg gejala sistemik berat, perubahan laboratorium) :10 – 20 vial (Maksimal 20 vial/hari)

## Bila ada tanda laryngospasme, urticaria, Bronchospasme, hypotensi : adrenalin 0,5 mg SC & Metilprednisolon 125 mg IV bolus

4. SUPPORTIF:
-  Metilprednisolon 2 x 6,25 mg IV; Dipenhydramin 3  x 10 mg
- Awasi CVS , resp. & st. neurologis dg ketat.
- Apabila tjd penurunan SABU bisa diberikan lagi sesuai dg gejala. 
- Berikan diuretic.
- Antibiotik & Anti tetanus. 

1 komentar:

  1. makasih dok atas tata laksana snake bite nya membantu kami di daerah 3T. ditunggu dok tulisan berikut nya.. salam

    BalasHapus